Tanggal 28 Oktober biasanya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.
Ada beberapa tulisan bagus dari bang Tere Liye nih, edisi Sumpah Pemuda.
Baca, pahami dan renungkan, ya...
*Sumpah
Maukah kalian mendengar cerita tentang seorang pemuda? Tampan orangnya,
pintar sekali, dermawan dan baik hati, dan jelas dia seorang pembicara
yang ulung, disukai banyak orang. Tapi, orang melupakan fakta yang
sangat mengharukan, bahwa pemuda ini, menghabiskan waktu bertahun2 di
dalam penjara, di pengasingan.
Jika kalian harus menghabiskan lebih dari 10 tahun di penjara, dalam pengasingan,
bagaimana kira2? Dan semua pengasingan itu simply karena kita tidak
bersalah. Kita diasingkan karena memiliki cita2 luhur, memiliki mimpi2
indah, memiliki kecintaan yang luar biasa atas orang banyak. Kita
diasingkan untuk semua kebaikan yang kita lakukan. Bagaimana kira2?
Lebih mengharukan lagi.
Tapi beginilah nasib pemuda ini. Akan saya catat satu-persatu pengasingannya di seluruh negeri Indonesia secara kronologis.
Cerita ini bermula 80 tahun silam, tahun 1929, saat usianya 28 tahun
ketika dia ditangkap pertama kali, lantas dijebloskan dalam penjara
Banceuy, Bandung. Kalau kalian pernah ke Bandung, pasti tahu jalan
Banceuy. Beliau pernah dipenjarakan di sana. Kemudian dipindahkan ke
Penjara Sukamiskin Bandung (tempat top tahanan korupsi sekarang), tapi
pemuda ini sungguh tidak dipenjara karena hal hina tersebut. Dia
dipenjara 2 tahun di sini.
Dibebaskan, menikmati kebebasan
selama 3 tahun, pada usia 33 tahun, dia dibawa ke nun jauh ke pulau
Flores, Ende, NTT. Diasingkan habis2an dari apapun. Di sini, dia harus
menelan sepi selama 4 tahun 9 bulan. Bahkan hingga hari ini, pulau
Flores tetap saja tidak mudah digapai dari Jakarta, apalagi masa itu, 80
tahun silam. Naik kapal, naik kuda, jalan kaki. Itu perjalanan panjang.
Masa itu, kirimkan surat dari Flores ke Jakarta, butuh waktu berbulan2
untuk tiba.
Lepas dari Ende, dia diangkut ke Bengkulu, sempat
dijebloskan ke penjara Benteng Marlborough yang seram itu, kemudian
diasingkan di rumah selama 4 tahun. Dari hari ke hari, bulan ke bulan,
tahun ke tahun, hidupnya hanya pindah lokasi pengasingan saja. Dari
Bengkulu, saat usianya 41 tahun, dia dibawa ke Padang dan Bukit Tinggi,
lagi2 pindah lokasi. Dan bahkan cerita belum selesai, dia juga
diasingkan di Muntok beberapa tahun kemudian, saat Indonesia sudah
merdeka.
Pemuda ini adalah Soekarno. Kita mungkin tidak pernah
tahu--atau tidak peduli, dia pernah dipenjara, diasingkan oleh penjajah
lebih dari 10 tahun, mulai usia 28 hingga usia 42 tahun. Kenapa dia
dipenjara? Karena dia 'bersumpah' akan memerdekakan bangsa ini. Kenapa
pula dia harus repot2 memerdekakan bangsa ini, apa untungnya? Mending ke
Belanda sana, jadi orang terdidik yang kaya dan terkenal. Saya tidak
tahu alasan pastinya. Pemuda ini pastilah memiliki kecintaan yang baik
atas orang banyak. Dia ingin semua orang hidup merdeka, layak, aman,
sejahtera. Maka dia siap menebus keinginan tersebut dengan apa saja.