Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2018

Rabu, 04 Juni 2014

oraemaniyeyo...

April... Absen
Mei... Absen
Juni... Come back!

oraemaniyeyo...? *baca sambil alis mengkerut

eits, jangan bingung dulu... itu bahasa korea
yang artinya "lama tidak berjumpa..."
long time no see
sampun dangu mboten kepanggih...

lama? iya lah lama.
hampir 3 bulan ngga muncul.
eh, sekarang muncul lagi deh!

maaf ya, jadi terbengkalai.
maaf juga ya, bukan maksud untuk menelantarkan.
tapi emang lagi ngga mood ^^v

cuma mau bilang...
lagi suka sama Running Man, nih...
huhu... telat yaa? 
ah, ngga ada kata terlambat kok :D 
udah, gitu aja.


terima kasih, selamat datang kembali...
*ala indo____*

Minggu, 09 Maret 2014

Sajak "Aku Rapopo"

Terimakasih sudah menyakitiku
Apapun yang tidak mampu menumbangkan
Justru akan membuatku berdiri semakin tegak

Terimakasih sudah melupakanku
Apapun yang tidak mampu menghapus
Justru akan membuatku semakin diingat

Terimakasih sudah meninggalkanku
Apapun yang tidak mampu membuat sendirian
Justru akan membuatku semakin ramai

Terimakasih sudah merendahkanku
Apapun yang tidak mampu membenamkan
Justru akan membuatku semakin berharga

Wes Tak Kandani
Aku Rapopo


Oleh: Tere Liye


*Untuk yang sedang merasa tersakiti,
  Untuk yang sedang merasa terlupakan,
  Untuk yang sedang merasa ditinggalkan,
  Untuk yang sedang merasa direndahkan, dan
  Untukku...
  Ingatlah, kau tidak pernah sendiri.
  Ada Allah Yang Senantiasa Menyembuhkan,
  Ada Allah Yang Senantiasa Maha Besar,
  Ada Allah Yang Selalu Menemani,
  Ada Allah Yang Maha Tinggi.
  Ingatlah, ada Allah, keluarga dan teman-teman baik lainnya :)



Selasa, 04 Maret 2014

"Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?"


Ceritanya Seorang Ayah sedang pusing tidak kepalang. Bagaimana tidak, anak laki-lakinya yang sulung yang menjadi tumpuan cita-citanya menolak untuk jadi pengusaha. Anaknya bersikeras ingin jadi pegawai negeri.
Alasannya sederhana menjadi pengusaha penuh resiko dan melelahkan, sementara jadi pegawai negeri kerjanya santai, uangnya pasti (meski tidak kerja serius dan sering bolospun gaji tidak berkurang), terus waktu tua dapat jaminan.

Bapaknya marah besar dengan alasan tersebut.

"Bapak ini pegawai negeri tapi bapak tidak bekerja dengan alasan seperti kamu.", demikian suara keras sang Ayah.

"Bapak mengabdikan diri pada negeri ini meski bapak sering merasa asing di negeri sendiri...Bapak sering merasa tolol diantara para pemeras rakyat yang sah dimata hukum.
Jadi pengusaha itu lebih mulya, kamu bisa membantu memberi nafkah orang lain...". Bentak bapak.

Si anak diam tidak menjawab dalam ketakutannya.

Karena dimarahi bapaknya, si anak kabur dari rumah.
Seminggu tidak ditemukan. Bapak masygul mencari anaknya kesana kemari. Di minggu kedua nenek si anak telepon bahwa cucunya baik-baik saja ada di rumah neneknya.
Mendengar kabar tersebut, bapak langsung datang ke rumah ibunya. Setelah bertemu anaknya terjadilah dialog dari hati kehati antara bapak dan anak.

“Mengapa kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, nak?”

“Di negeri ini jadi pengusaha susah, Pak, banyak birokrasi, mendingan saya jadi birokratnya aja...Hidup lebih enak demikian”

“Kalau kamu memang ingin kerja mengapa tidak di perusahaan swasta?”

“Bagaimana saya bisa tenang kerja di perusahaan swasta, sementara pemerintahnya saja sering mempersulit pengusaha swasta kecuali orang-orang yang dekat dengan pemerintahan?”

Anaknya terus memberikan jawaban-jawaban skeptis.

“Baiklah anaku, kalau memang itu keputusan kamu sekarang ikutlah denganku…”

Lalu si bapak membawa anaknya jalan-jalan memasuki perkampungan. Di perkampungan bapaknya menunjuk beberapa rumah paling sederhana, memang seluruh kampung tersebut rumahnya mayoritas sederhana.

Kalau kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, datanglah kamu ke lima rumah itu nak, dan mintalah sepuluh ribu rupiah tiap rumahnya lalu kamu bilang bulan depan kamu akan kembali lagi dan akan minta uang dengan jumlah yang sama.

Anaknya kebingungan dengan perkataan bapaknya. Bagaimana tidak, dia disuruh mengemis pada penduduk yang hanya untuk makanpun mereka kesulitan. Anaknya tidak mau menuruti perintah bapaknya, dia tetap diam.

Bapaknya kembali berkata dengan membentak. “Cepatlah kamu pergi meminta uang pada mereka, nak!! Bukankah kamu ingin jadi pegawai negeri? “

Anaknya tetap diam dan matanya mulai berkaca.

“Bapak...bagaimana mungkin aku mengemis pada mereka, sementara mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja merasa kesulitan?”

Bapaknya kembali memaksa. “Cepatlah kamu pergi dan mintalah uang pada mereka!!!”

Kali ini anaknya menangis. “Aku tidak bisa, pak……Aku lebih baik bekerja dengan keras dan meneteskan keringat ini daripada aku harus meminta uang pada mereka...”, sambil meneteskan airmata.

Bapaknya kembali berkata, kali ini dengan suara lembut dan bijak... “Anakku..Negeri kita tercinta ini sedang sakit, kalau kamu jadi pegawai negeri hanya dengan alasan bekerja santai dan mendapatkan uang dengan pasti, kamu hanya akan menambah beban negeri ini. Beban rakyat yang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja mereka merasa kesulitan. Gaji pegawai negeri itu didapat dari rakyat yang miskin ini nak.... Lebih baik kamu jadi pengusaha dengan meneteskan keringat kamu sendiri untuk menafkahi keluarga kamu. Walaupun jadi pengusaha sangat kecil sekalipun tidak apa, itu jauh lebih mulia dari pada kamu mengemis uang pada rakyat yang miskin ini"....

Sang anak tertegun dan mengangguk.
 

Sumber: Pasar Baru Bandung Online
 
"Dalam hati selalu berdoa, semoga saya bisa jadi pengusaha yang cerdas dan baik hati. Aamiin..."

Rabu, 26 Februari 2014

Masih 21 Atau Sudah 21? Alhamdulillaah...

Empat hari yang lalu, usia saya genap 21 tahun.
Ya Allah, sudah semakin tua, tapi merasa masih banyak hal-hal yang belum saya lakukan untuk orang lain, untuk orang-orang di sekitar saya.
Semoga Allah masih memberi saya kesempatan. Aamiin...

Ada orang-orang spesial yang ingat dan memberi saya ucapan selamat dan doa.
Karena saya terharu, makanya saya tulis di sini biar blog ini juga menjadi saksi doa-doa mereka. (Lebay ya?) Hehehe...

Tapi saya tulus kok, saya ingin mengabadikan doa-doa mereka dalam tulisan ini agar menjadi pengingat untuk saya dan selalu menjadi doa untuk saya dan juga bagi mereka yang mendoakan. Aamiin...

Dari "pacarku" Maya. Feb 23 2014, 01:51:25

"Selamat ulang tahun, Enis... Semoga panjang umur, sehat selalu, tambah cantik, tambah baik dan lain-lain. Semoga diberi kelancaran dalam menyelesaikan tugas akhirnya dan dimudahkan dalam mencapai segala cita-cita. Aamiin aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin... Wish you all the best ya, Cinta... :*"

Aamiin yaa Allah... Terima kasih doa-doanya yaa, semoga doa itu juga buat Maya :*

Maya nih, yang pertama ngucapin lewat sms, malem-malem, karena saya masih ngantuk, jadi baru bisa bales paginya.
Terima kasih ya, May... :)

Terus paginya, Ibuk ngasih selamat buat saya.

"Selamat ulang tahun ya, Nduk." terus cipika-cipiki. Saya tanya, "Pundi kadonya?" Ibuk jawab, "Kadonya doa aja ya..." Saya tersenyum. Tapi dalam hati menjawab, "Terima kasih, Ibuk. Doa dan kasih sayang Ibuk itu segalanya." :)

Sahabatku, Nita. Feb 23 2014, 05:25:35

"Selamat ulang tahun ya, Mbak. Semoga diberi kesuksesan dan kelancaran. Aamiin..."

Aamiin ya Allah... Semoga kamu juga diberi kesuksesan dan kelancaran, Nit.. Makasih doanya :)

Sahabatku, Mbrina. Feb 23 2014, 08:02:28

"Happy birthday, Mbak Enis... Semoga selalu diberi yang terbaik dan selalu dalam perlindungan Allah :)"

Aamiin yaa Allah... Matur nuwun, Mbrin. Semoga Mbrin juga dapat yang terbaik dan selalu dalam lindungan Allah :)

Sahabatku, Citra. Feb 23 2014, 08:58:40

"Enisya Ramadhani, selamaaaat ulang tahun. Tambah jossssss gandos kotos-kotos. Traktirane ndek Jember tak tunggu. Hahahay."

Haha suwun, Cit. Awakmu yo tambah jos gandos kotos-kotos sampe mbledos yo :D

Sahabatku, Galuh. Feb 23 2014, 14:20:00

Galuh telepon, kita ngobrol-ngobrol biasa. Terus Galuh baru inget kalau hari itu adalah hari ulang tahun saya. Dia ngucapin deh. Terima kasih ya, Galuh. :)

Mantannya Fiky nih, Bina. Feb 23 2014, 18:53:18

"Mba Enis selamat hari kelahiran ya :) Semoga ilmu sama umurnya barokah. Lancar semua urusannya ya mba, aamiin:)"

Aamiin yaa Allah... Makasih ya, Bina. Semoga Bina juga mendapat ilmu dan umur yang barokah :)
Kok tau? padahal tahun lalu Bina juga sudah ngucapin, saya yang malah lupa. Maaf ya, Bina. Tapi terima kasih :) Oiya, tanggal 25nya Bina yang ultah. Selamat ulang tahun, Bina. Wish you all the best ya... :)

Dari Dini. Feb 23 2014, 19:33:56

"Miladun sa'idatun ya ukhti. Mugi-mugi diparingi umur ingkah manfaat lan barokah. Aamiin..."

Aamiin yaa Allah... Matur nuwun ya.. Semoga Dini ugi diparingi umur ingkang barokah :)

Dari Fiky. Feb 23 2014, 23:17:00

"HBD, semoga yang terbaik tambah-tambah terus yo mbah... Hehe :D"

Fiky ini, udah terakhir, tengah malem pula. Sengaja sms.nya ngga tak bales. Tapi saya seneng, kok. Makasih ya, Fik... :)

Yang lainnya, yang ngga ngucapin. Buka berarti tidak sayang. Mungkin lupa, namanya juga manusia :D
Lagian doanya kan bukan saat ulang tahun aja, tiap hari juga bisa saling mendoakan.Terima kasih ya semua...
Love you as always :*

Mengutip salah satu lagunya Opick,

"Setiap nafasmu, seluruh hidupmu semoga diberkahi Allah... Aamiin..."

Terima kasih sudah saling mendoakan. Semoga kita termasuk salah satu dari 12 golongan yang didoakan oleh para malaikat yaitu orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Aamiin Yaa Robb...

Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)

Salam, Enis. :)


Rabu, 05 Februari 2014

Pebruari ini...

Dulu, jauh-jauh hari sebelum magang, aku pernah bilang ke ibuk,

Iibuk, nduk enis mantun niki magang, semoga sebelum magang saget seminar proposal, terus magang saget nyicil penelitian, terus selesai magang saget sidang, terus lulus buk, doakan nggeh, buk..."

Kurang lebih begitu yang aku sampaikan dengan sangat yakin pada ibuk.

Tapi sudah semakin ke sini, waktu itu sudah semakin mendekati bulan Pebruari' sampai sekaarang sudah hari ke lima di bulan Pebruari ini, aku belum mendapat ACC magang dari dosen pembimbingku.

Syedihnyaa, iyaa sediiih banget. Nangis terus malahan.

Apalagi beberapa hari yang lalu sempat sakit dan hari ini masih ada sisa-sisa sakitnya, batu-batuk, pilek, get well soon yaa buat aku sendiri. Dan semoga orang-orang yang lagi sakit, segera disehatkan oleh Sang Pemberi Obat dan diampuni dosa-dosanya oleh Sang Maha Pengampun. Aamiin...

Kembali ke sempro lagi.
Beberapa hari ini jadi rajin telepon ibuk, curhat. dengan sabar dan bijaksananya ibuk selalu menguatkan dan memberi saran-saran buat putrinya yang manja ini, terima kasih ibuk. You are my everything :*
Beneran, Engga nggombal :)

Yang bikin aku down banget, kenapa teman-teman yang lain bisa? Kenapa aku engga?
Huhu. Hiks. Tapi alhamdulillah lebih baik dari pada huhu.

Tapi semakin ke sini aku jadi semakin berlapang dada, aku sudah berusaha dan berdoa, apapun hasilnya itu terserah Allah. Dan Allah selalu baik.

"Ibuk, ngapunten nggeh mboten saget sempro minggu niki," Ibuk jawab, "nggeh mboten nopo-nopo nduk, memang dereng wayahe..."

 Tetap semangat, jangan nyerah berusaha dan berdoa. Semoga Allah melancarkan semuanya. Aamiin...
 
Sempat merasa iri sama teman-teman yang lain yang sudah atau sedang menjadwalkan sempro, 
tapi alangkah lebih baik kalau iri itu diganti menjadi untaian doa dan dukungan untuk mereka.
Semoga teman-teman diberi kelancaran oleh Allah.
Good luck yaa, teman-teman... :)

Mengutip salah satu kata Pak Mario Teguh,

"Jika memang untukku, pasti untukku. Sabar."


Rabu, 11 Desember 2013

Sexy Wives and Mothers

Pas kuliah Analisis Artikel with Bu Nikmal. Siang-siang. Di ruang kuliah 7 FKM UJ.
Pengen ngomong kayak gini ke suamiku...

"Mas, kata orang, tulangku ini gede. Jadi besok kalau sudah menikah terus punya anak, aku jadi gendut. Jadi, aku ngga mau punya anak sebelum mas benar-benar bisa setia sama aku. Mas terima ngga kalau aku jadi gendut?"


_______
Tapi di luar itu semua, semoga Allah mengijinkan, aku berharap bisa jadi istri dan ibu yang seksi walau sudah melahirkan berkali-kali. Hihihi... :p


Selasa, 10 Desember 2013

I am In The Next 15 Years

Now, I want to tell you about who I am in the next 15 years. I hope at that time I was married and had a happy family. I live happily with my husband and my children in our house. Actually, I hope that after graduating from college I did not want to work as civil servants. I prefer to be an entrepreneur rather than a civil servants. So, I hope I am in the next 15 years is an entrepreneur who can work and earn a lot of money but also be able to keep and take care of my children at home. I also hope I can create jobs and help many people. I hope my dream come true. I became a successful entrepreneur and live happily with my family. And this is the end of my story.

By the way, how many children do I want?
Seven? Eleven?
As much as possible. Hahaha... :D



 

Minggu, 27 Oktober 2013

Sumpah Pemuda

Tanggal 28 Oktober biasanya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.
Ada beberapa tulisan bagus dari bang Tere Liye nih, edisi Sumpah Pemuda.
Baca, pahami dan renungkan, ya...

*Sumpah

Maukah kalian mendengar cerita tentang seorang pemuda? Tampan orangnya, pintar sekali, dermawan dan baik hati, dan jelas dia seorang pembicara yang ulung, disukai banyak orang. Tapi, orang melupakan fakta yang sangat mengharukan, bahwa pemuda ini, menghabiskan waktu bertahun2 di dalam penjara, di pengasingan.

Jika kalian harus menghabiskan lebih dari 10 tahun di penjara, dalam pengasingan, bagaimana kira2? Dan semua pengasingan itu simply karena kita tidak bersalah. Kita diasingkan karena memiliki cita2 luhur, memiliki mimpi2 indah, memiliki kecintaan yang luar biasa atas orang banyak. Kita diasingkan untuk semua kebaikan yang kita lakukan. Bagaimana kira2? Lebih mengharukan lagi.

Tapi beginilah nasib pemuda ini. Akan saya catat satu-persatu pengasingannya di seluruh negeri Indonesia secara kronologis.

Cerita ini bermula 80 tahun silam, tahun 1929, saat usianya 28 tahun ketika dia ditangkap pertama kali, lantas dijebloskan dalam penjara Banceuy, Bandung. Kalau kalian pernah ke Bandung, pasti tahu jalan Banceuy. Beliau pernah dipenjarakan di sana. Kemudian dipindahkan ke Penjara Sukamiskin Bandung (tempat top tahanan korupsi sekarang), tapi pemuda ini sungguh tidak dipenjara karena hal hina tersebut. Dia dipenjara 2 tahun di sini.

Dibebaskan, menikmati kebebasan selama 3 tahun, pada usia 33 tahun, dia dibawa ke nun jauh ke pulau Flores, Ende, NTT. Diasingkan habis2an dari apapun. Di sini, dia harus menelan sepi selama 4 tahun 9 bulan. Bahkan hingga hari ini, pulau Flores tetap saja tidak mudah digapai dari Jakarta, apalagi masa itu, 80 tahun silam. Naik kapal, naik kuda, jalan kaki. Itu perjalanan panjang. Masa itu, kirimkan surat dari Flores ke Jakarta, butuh waktu berbulan2 untuk tiba.

Lepas dari Ende, dia diangkut ke Bengkulu, sempat dijebloskan ke penjara Benteng Marlborough yang seram itu, kemudian diasingkan di rumah selama 4 tahun. Dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, hidupnya hanya pindah lokasi pengasingan saja. Dari Bengkulu, saat usianya 41 tahun, dia dibawa ke Padang dan Bukit Tinggi, lagi2 pindah lokasi. Dan bahkan cerita belum selesai, dia juga diasingkan di Muntok beberapa tahun kemudian, saat Indonesia sudah merdeka.

Pemuda ini adalah Soekarno. Kita mungkin tidak pernah tahu--atau tidak peduli, dia pernah dipenjara, diasingkan oleh penjajah lebih dari 10 tahun, mulai usia 28 hingga usia 42 tahun. Kenapa dia dipenjara? Karena dia 'bersumpah' akan memerdekakan bangsa ini. Kenapa pula dia harus repot2 memerdekakan bangsa ini, apa untungnya? Mending ke Belanda sana, jadi orang terdidik yang kaya dan terkenal. Saya tidak tahu alasan pastinya. Pemuda ini pastilah memiliki kecintaan yang baik atas orang banyak. Dia ingin semua orang hidup merdeka, layak, aman, sejahtera. Maka dia siap menebus keinginan tersebut dengan apa saja.

Senin, 02 September 2013

Makgreng in Youtube

Wehehhehee.... Belum lama ini Mbah Mocham bikin video tentang Keluarga MakGreng.
Isinya cuma foto-foto perjalanan MakGreng dari awal sampe akhir aja sih, tapi thanks ya Mbah Mocham sudah meluangkan waktu untuk membuat dan menyusun foto-foto kami hingga menjadi sebuah video.

Tunggu apa lagi? Let's cekidot and enjoy it! :D

Salam Sehat! Semangat!! MakGreng!!!


Introducing Us and This Is Us





Minggu, 01 September 2013

"Kita" ada karena PBL ada

August 17, 2013 at 8:44pm

Jika kamu ingin menuntut ilmu, merantaulah!!!
Maka kau akan temukan keluarga baru.


Kalimat itu terus saja berputar-putar di otakku. Tak ada yang salah, bahkan sangat benar. Memikirkan kalimat itu membuatku memikirkan mereka. Mereka yang aku sendiri tak pernah sangka akan menjadi bagian dalam buku kehidupanku. Mereka yang kini sudah tak disampingku seperti kemarin. Tapi masih saja menghantui pikiranku dengan kenangan-kenangan yang kita buat bersama. Dan memoriku mengembara ke masa itu.
Berawal dari kelompok belajar lapang I, aku berkumpul dengan makhluk-makhluk baru yang tak pernah aku ingin tahu sebelumnya. Dari 11 makhluk itu hanya 2 saja yang dekat denganku. Keduanya sama-sama teman SMAku. Entah 9 makhluk lainnya seperti apa. Aku tak pernah memikirkannnya.
“semoga saja kelompok kita nanti asyik-asyik ya var?” itu salah satu kalimat yang pernah aku ucapkan pada vara, teman SMA sekaligus teman PBLku.

Pembekalan PBL-I pun berlangsung dengan khidmatnya. (Khidmat sumuknya maksudku). Aku duduk sederet dengan 11 makhluk itu. Diam-diam aku memperhatikan satu/satu dari mereka. Wah, ada bermacam-macam wajah disitu. Sebut saja lah subur, dengan badannya yang besar tinggi dan kulit mendekati hitam tertutup kabut (maklum, jalan industri. J) rasanya aku tak berani jika harus berlama-lama berbicara dengan dia. Disampingku ada meilisa, cewek tangguh (pemain batminton boooookkk) yang aku pikir pendiam ternyata lumayan sedikit banyak ngomong juga (jgn baca sedikitnya). ada juga ni yang bikin aku penasaran. 1 anak ini selalu diketawain sama teman-teman angkatan kalo dia lagi diskusi di kelas (what’s wrong?), siapa lagi kalo bukan enis imoetz bangetzzz (si alay). Tak kalah juga ketua kelompokku. Wajahnya sih wz bener ya (ada di depan), tapi aku ngerasa gak enak kalo dilihat ato ngelihat makhluk satu itu. Kayak agak sinis gimanaaa gitu (maap ya mocham, suudzon!).

Singkat cerita, seiring berjalannya waktu, PBL-I mau g mau memaksa kita (aku dan 11 makhluk itu) untuk terus berkomunikasi tidak lain dan tidak bukan membahas masalah laporan.
Malam pertama kita lewati bersama di rumah Gitcha si wanita super (super tenaganya, super teriakannya, ampun dah!!!) dengan seperangkat bantal lengkap plus tikar dan makanannya. Malam pertama aja si Vara sudah ngocol abiz. Tega-teganya dia nge-gas dengan suara nyaring pas ditengah-tengah kita, tengah malam lagi. Malam kedua kami semakin akrab dan begitu juga malam selanjutnya. Semua rahasia mulai terkuak satu per satu. Kebaikan dan keburukan masing-masing. Malah ada acara cinlok juga nih. (bukan cerita lama PBL ada cinlok).

Keakraban itu semakin terasa saat kita mulai ngontrak di desa. Kerja bakti membersihkan kontrakan yang super kumel. Untungnya ada mas bro (Anwar) super. (namanya mengingatkan sama seseorang nan jauh disana). Apalagi pas mau MMD, wah... sumpah itu tragedi bikin dag dig dug serrr. Malam itu terlihat jiwa keibuan mak ike (cinca). Makasi buanyak dah buat mak cinca yang sudah mencintai kita sepenuh hati. makasi buat kerokan yang tak terlupakan. (ternyata warna angin merah ya, mak?) hhe..
Aku selalu ingin tersenyum mengingat itu semua, apalagi okky dengan proyek ngupilnya, nisa yang ga pernah akur sama bapaknya (mocham), vara dengan ekspresi meggelinnya, yuni dengan tidur seksinya, dan ucon masih dengan pasukan kuningnya. Dan akhirnya aku tahu, si mocham ga sesinis yang aku pikir. Malah, melihat tingkahnya seperti itu, ga pantes banget dia jadi orang sinis.

Akan melekat disini, disanubari ini. Saat ketika kita berkumpul bersama, bekerja sama, rapat bersama, ketawa bersama, ribet bersama, masak bersama, sampe bingung bersama mengingat tragedi kompor gas yang kebelet mau meledak. Bawang gosong 3 chef amatir, Semurat ala mbah mocham, dan yang ga kalah penting nih, pagar kabupaten pak sekdes.
Dengan kalian, bersama kalian aku merajut kenangan-kengangan indah dan karena kalian aku berani bermimpi, melihat hanya ke satu arah saja. Ada persahabatan, kekeluargaan, kesetiakawanan, dan cinta (hehe).

Sekarang aku jadi berpikir, gimana keadaan makhluk2 itu tanpa aku (Manusia penuh cinta, penuh tawa, humoris nan ngangenin).?
Hehehehe...

by: Nenek Ajip :)


Jumat, 26 Juli 2013

Narsis Bersama Keluarga Mak Greng


Apakah kalian penasaran, apa itu keluarga Mak Greng???

Keluarga Mak Greng sebenarnya adalah Mahasiswa reguler 2010 FKM UJ  yang sedang PBL.
Keluarga Mak Greng ada sejak pindahan kontrakan. Kami adalah Kelompok 11 PBL FKM UJ yang bertempat di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur.
Itulah awal mula tercipta Keluarga Mak Greng. Kami tinggal bersama selama 40 hari.
Tapi baru beberapa hari ini kami boyongan dari kontrakan. Kembali ke kost masing-masing. Hanya tinggal kenangan tentang kebersamaan kami selama di desa.

Oiya, kenalan satu-satu ya sama anggota Keluarga Mak Greng.
Anggota Keluarga Mak Greng ada 12 orang. Beserta 1 dosen.
Ada Kakek Moyang Eri, selaku Pembimbing kami.
Eyang Subur alias Pak Misalin beserta Eyang Uti Akikah alias Bu Misalin yang terlibat cinta lokasi. ehem
Mbah Udin alias Mbah Mocham dengan kembarannya Mbah Ucon.
Nenek Ajib.
Budhe Nisak dan sepokang Meilisa.
Mk Ike dan Enis.
Tante Vara dan Gitcha.
Ada Bibi Yuni juga.

Banyak sekali kenangan dan pengalaman yang kami dapatkan. Seneng, sedih, sebel, macem-macem deh, rame rasanya :D
Ini dia napak tilasnya. cekidot!


Keluarga Mak Greng Bergaya di Depan Rumah 

Rabu, 08 Mei 2013

Cuma Beda "Sedikit" dengan Rasulullah

Tadi waktu buka-buka catatan jaman dulu, nemu kata-kata yang bagus untuk jadi renungan. Renungan untuk saya dan untuk orang lain yang membaca.
Notes 2010.

Ternyata sifat kita dengan sifat Rasulullah saw. itu berbeda "sedikit"

Rasul sedikit tidur, kita sedikit-sedikit tidur.

Rasul sedikit makan, kita sedikit-sedikit makan.

Rasul sedikit marah, kita sedikit-sedikit marah.

Rasul sedikit bergurau, kita sedikit-sedikit bergurau.

Rasul sedikit-sedikit beramal, kita beramal sedikit.

Rasul sedikit-sedikit berkorban untuk Islam, kita sedikit pengorbanan.

Rasul sedikit-sedikit menolong, kita sedikit menolong.

Rasul sedikit-sedikit ikhlas, kita ikhlasnya sedikit.

Kapan kita mulai berusaha mengejar perbedaan yang hanya "sedikit" itu?

Semoga tulisan yang sedikit di atas bisa menjadi renungan kita. :)





Sabtu, 04 Mei 2013

Rayuan Gombal

"Aku minta PINmu dong." | "PIN bukannya kamu sudah punya?" | "Iya yang kali ini PINdahin seluruh cintamu ke dalam hatiku."

"Tau ga persamaanya kamu dengan soal ujian?" | "Apa tuh?"| "Sama-sama perlu diperjuangkan karena menyangkut masa depanku."

"Tau ga kenapa donat bolong tengahnya?" | "Karena yang utuh dan bulat hanya cintaku untukmu."

"Aku tahu satu jam itu 60 menit dan satu menit itu 60 detik. Tapi aku ga pernah tahu kalau satu detik tanpa kamu itu seperti seumur hidup."

"Apa bedanya angkot dengan kamu?" | "Emang apa, Bang?" | "Kalau angkot jauh dekat 3 ribu, kalau kamu jauh dekat di hati akuu..."

"Hey kamu! Iya kamu, coba sini aku lihat, stop kontaknya di mana sih? kok tatapan matanya nyentrum gitu..."

"Tolong napas aku sesak banget!" | "Aduh, kok bisa?" | "Karena separuh nafasku ada di kamu."
 

 

:) 

 

 

 

Minta sama Allah, yuk!

Kalau minta sama Allah langsung dikasih, berarti sedang diuji lupa tidak untuk bersyukur.

Kalau berkali-kali minta tapi dikasihnya lama, berarti sedang diuji seberapa jauh berusaha, berdoa dan tidak putus asa. 

Usaha sekuat-kuatnya, doa sebanyak-banyaknya.

 

Minta sama Allah rejeki yang baik, jodoh yang baik dan kembali ke Allah dalam keadaan baik.


Allah, sehatkanlah Ibuk dan Bapak,
besarkanlah aku jadi wanita yang baik hati, cerdas, jujur, dan cantik, yang cemerlang masa depannya.

Aamiin

 

 

 

Jumat, 03 Mei 2013

PeDe aja, lagi!

Jangan minder,
jangan rendah diri,
jangan merasa jelek,
merasa tidak berguna.
Sekali-sekali jangan.

Semua orang itu berguna.

Gigit pemahaman itu kuat-kuat,
hingga rontok gigi,
terus gigit.
Jangan dengarkan kalimat merendahkan orang lain apalagi bisik sesat dari diri sendiri.

-Tere Liye-


 

Surat dari Tuhan


Kepada    : Kamu
Tanggal     : Hari ini
Dari          : AKU
Perihal       : Bersyukur

Ini AKU,
Hari ini AKU yang akan menangani semua masalahmu...

Catatan:
Dan ingat,
Bila dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri, Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu.
Tetapi, letakkanlah saja masalah itu di boxKU untuk KUselesaikan..
AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai Jadwal yang AKU tentukan sendiri.

Semua masalahmu Pasti akan AKU selesaikan, tetapi sesuai jadwalKU, bukan jadwalmu.
Setelah semua masalahmu kamu letakkan di Box, Janganlah kamu khawatirkan.
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal-hal Baik yang sedang terjadi padamu sekarang.

Bila kamu terjebak kemacetan di jalan, Janganlah marah, Sebab masih banyak orang di Dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya.

Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja, Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun-tahun tanpa pekerjaan.

Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang-orang yang belum  pernah merasakan mencintai dan dicintai.

Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang-orang yang harus lembur siang malam tanpa libur untuk menghidupi keluarga dan anak-anaknya.

Bila kendaraanmu mogok dan mengharuskanmu berjalan kaki, Janganlah marah, Pikirkanlah orang-orang cacat yang sangat ingin merasakan berjalan diatas kaki sendiri.

Bila kamu melihat di cermin rambutmu mulai beruban, Janganlah sedih, sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian orang-orang yang dalam perawatan Kemoterapi.

Bila kamu merenungi apa tujuan dani makna hidupmu di Dunia ini?
Bersyukurlah...
Karena banyak orang yang tidak mempunyai kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka.

Bila kamu memutuskan untuk meneruskan surat ini kepada orang lain, Terima Kasih kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan.


Dear Allah...

Allah,

 

Allah kan tahu aku masih muda nih, masih gampang berubah pendapat, tapi aku gak mungkin lupa Allah.

 

Allah,

 

Aku kan masih muda nih...

 

Jadi, aku mohon diberhasilkan semuda mungkin.

 

Allah,

 

Aku kan labil dan gak sabaran nih...

 

Jadi, aku mohon dijadikan kreatif karena labil dan cepat karena nggak sabaran.

 

Please ya Allah, aku sayang Allah. :)

 

Aamiin 

 

 

 

Kamis, 02 Mei 2013

Sudahlah. Lupakanlah dia!

Mengutip salah satu nasehat Pak Mario Teguh.
Salah satu dari sekian banyak nasehat yang saya suka.

Kata Pak Mario nih...

"Untukmu yang merasa sendiri karena ditinggalkan, dengarkan ini ya...
Sadarilah bahwa untuk beberapa saat kau akan berlaku aneh, yaitu merassa bahwa kau hanya sendiri dalam hidup ini, dan bahwa dunia ini kosong dari apapun yang bisa menggembirakanmu.
Cobalah ingat, betapa ceria kau dulu sebelum dia datang dan membuatmu jatuh cinta kepadanya?
Bukankah kau dulu mampu untuk hidup mandiri dan bebas untuk bergembira dimanapun dan dengan siapapun?
Apakah dia sedemikian hebatnya, sampai-sampai kau berlaku menistakan nikmat Tuahn yang amat sangat luas ini.
Sudahlah.
Lupakanlah dia.
Dulu kau berbahagia tidak mengenalnya, dan kau bisa tetap berbahagia setelah pernah mengenalnya.
Perlakukanlah dia sebagai yang pernah kau cintai, seperti keikhlasanmu menerima semua kehilanganmu selama ini.
Pantaskalnah dirimu bagi belahan jiwa yang lebih baik."

-Mario Teguh, 2011-


Kamis, 18 April 2013

Enis dan Slametannya Adek Fiky

sudah lewat tengah malam. belum bisa merem. padahal biasanya jam segini sudah sampe kemana-mana (baca: mimpi). tiba-tiba teringat beberapa tahun lalu. masa kecil. daripada bengong ga jelas, akhirnya ngidupin laptop lagi, nulis deh di blog ini. ga tau ya kenapa, tiba-tiba ingat masa kecil. senyum-senyum sendiri. hehe... begini ceritanya...
dulu... long time ago, once upon a time. halah. lupa sih pastinya tanggal berapa, pokoknya waktu itu, umurku masih 3 tahun (hampir 4 tahun sih, kurang 1 bulan) aku punya adek bayi. lucu loh... namanya fiky. panggilannya dek iti. setelah beberapa hari kelahirannya, ibuk sama mbah masak-masak buat acara slametannya fiky. fiky biasanya tidur di kasur di ruang tengah, kasurnya antik gitu. turun temurun loh dari waktu aku bayi. warisan. hehe... fiky tidur sendirian, biasanya ditemani ibuk, tapi hari itu ibuk sibuk nyiapin acara buat slametan. aku ngeliatin fiky yang tidur pulas dengan imutnya. tiba-tiba muncul ide kreatif dari otakku. haha... aku ke dapur menghampiri ibuk, "ibuk, nduk enis nyuwun arto." ibuk tanya, "kagem nopo?" trus aku jawab "tumbas jajan". trus ibuk ambil uang dari saku, kemudian memberikan uang itu buat aku. seingatku, 500 rupiah dengan recehan 100 rupiah logam perak gambar wayang. trus aku ke tetangga sebelah, "pak, tumbas permen." aku lupa nama permennya apa. pokoknya seingatku itu permen kesukaanku jaman dulu. permen rasa aneka buah. tapi aku paling suka rasa stroberi. 500 rupiah dapat 2 bungkus permen. aku pilih rasa jeruk dan stroberi. lalu aku pulang dan langsung menuju ruang tengah. mengendap-endap naik ke tempat tidur fiky, trus aku buka penutup bayi yang mirip tudung saji. pelan-pelan. trus aku buka permen yang rasa jeruk, aku ambil satu buah (karena 1 bungkus isinya banyak), trus aku suapin fiky yang lagi bobok. eh, dia merem tapi bibirnya bergerak-gerak seperti sedang merasakan permen itu juga. trus aku buka permen yang rasa stroberi, aku makan sendiri. jadi dalam pikiran saya waktu itu, "horee! aku makan permen bersama bareng adek." :)
tiba-tiba suara ibuk memanggil, "en...." aku jawab "dale...m" trus langsung turun dari tempat tidur dan menuju ke dapur. aku disuruh beli bahan masakan di toko depan rumah. tokonya bu ati dan pak ngos, sebenenya nama aslinya adalah bu karti dan pak tulus. kenapa aku panggil pak ngos? ngos adalah kependekan dari brengos, yang dalam bahasa indonesia berarti kumis, karena pak tulus (nama asli pak ngos) kumisnya tebel. bu ati sama pak ngos itu sudah seperti keluarga sendiri. sesudah beli bahan yang disuruh ibuk tadi, aku main deh ke temen sebelah rumah. tik tok tik tok. sampe sore hari...
aku pulang. "enis...." ibuk memanggilku, "wau artone damel tumbas nopo?" aku jawab "permen, buk." dalam hati oh iya, aku lupa permen di bawah bantal adek. "adik.e dirubung semut gara-gara permen, adik.e nangis kae lho... lek tumbas permen adik.e mboten usah didulang. awas lek mbenjeng diulangi maleh." aku cuma jawab "nggih buk."
maap ya adek, jadi tidur sama semut-semut deh gara-gara aku.
itu baru satu dari banyaknya ceritaku. kapan-kapan lagi ya, insyaAllah...
matur nuwun :)