August 17, 2013 at 8:44pm
Jika kamu ingin menuntut ilmu, merantaulah!!!
Maka kau akan temukan keluarga baru.
Kalimat itu terus saja berputar-putar di otakku. Tak ada yang salah, bahkan sangat benar. Memikirkan kalimat itu membuatku memikirkan mereka. Mereka yang aku sendiri tak pernah sangka akan menjadi bagian dalam buku kehidupanku. Mereka yang kini sudah tak disampingku seperti kemarin. Tapi masih saja menghantui pikiranku dengan kenangan-kenangan yang kita buat bersama. Dan memoriku mengembara ke masa itu.
Berawal dari kelompok belajar lapang I, aku berkumpul dengan makhluk-makhluk baru yang tak pernah aku ingin tahu sebelumnya. Dari 11 makhluk itu hanya 2 saja yang dekat denganku. Keduanya sama-sama teman SMAku. Entah 9 makhluk lainnya seperti apa. Aku tak pernah memikirkannnya.
“semoga saja kelompok kita nanti asyik-asyik ya var?” itu salah satu kalimat yang pernah aku ucapkan pada vara, teman SMA sekaligus teman PBLku.
Pembekalan PBL-I pun berlangsung dengan khidmatnya. (Khidmat sumuknya maksudku). Aku duduk sederet dengan 11 makhluk itu. Diam-diam aku memperhatikan satu/satu dari mereka. Wah, ada bermacam-macam wajah disitu. Sebut saja lah subur, dengan badannya yang besar tinggi dan kulit mendekati hitam tertutup kabut (maklum, jalan industri. J) rasanya aku tak berani jika harus berlama-lama berbicara dengan dia. Disampingku ada meilisa, cewek tangguh (pemain batminton boooookkk) yang aku pikir pendiam ternyata lumayan sedikit banyak ngomong juga (jgn baca sedikitnya). ada juga ni yang bikin aku penasaran. 1 anak ini selalu diketawain sama teman-teman angkatan kalo dia lagi diskusi di kelas (what’s wrong?), siapa lagi kalo bukan enis imoetz bangetzzz (si alay). Tak kalah juga ketua kelompokku. Wajahnya sih wz bener ya (ada di depan), tapi aku ngerasa gak enak kalo dilihat ato ngelihat makhluk satu itu. Kayak agak sinis gimanaaa gitu (maap ya mocham, suudzon!).
Singkat cerita, seiring berjalannya waktu, PBL-I mau g mau memaksa kita (aku dan 11 makhluk itu) untuk terus berkomunikasi tidak lain dan tidak bukan membahas masalah laporan.
Malam pertama kita lewati bersama di rumah Gitcha si wanita super (super tenaganya, super teriakannya, ampun dah!!!) dengan seperangkat bantal lengkap plus tikar dan makanannya. Malam pertama aja si Vara sudah ngocol abiz. Tega-teganya dia nge-gas dengan suara nyaring pas ditengah-tengah kita, tengah malam lagi. Malam kedua kami semakin akrab dan begitu juga malam selanjutnya. Semua rahasia mulai terkuak satu per satu. Kebaikan dan keburukan masing-masing. Malah ada acara cinlok juga nih. (bukan cerita lama PBL ada cinlok).
Keakraban itu semakin terasa saat kita mulai ngontrak di desa. Kerja bakti membersihkan kontrakan yang super kumel. Untungnya ada mas bro (Anwar) super. (namanya mengingatkan sama seseorang nan jauh disana). Apalagi pas mau MMD, wah... sumpah itu tragedi bikin dag dig dug serrr. Malam itu terlihat jiwa keibuan mak ike (cinca). Makasi buanyak dah buat mak cinca yang sudah mencintai kita sepenuh hati. makasi buat kerokan yang tak terlupakan. (ternyata warna angin merah ya, mak?) hhe..
Aku selalu ingin tersenyum mengingat itu semua, apalagi okky dengan proyek ngupilnya, nisa yang ga pernah akur sama bapaknya (mocham), vara dengan ekspresi meggelinnya, yuni dengan tidur seksinya, dan ucon masih dengan pasukan kuningnya. Dan akhirnya aku tahu, si mocham ga sesinis yang aku pikir. Malah, melihat tingkahnya seperti itu, ga pantes banget dia jadi orang sinis.
Akan melekat disini, disanubari ini. Saat ketika kita berkumpul bersama, bekerja sama, rapat bersama, ketawa bersama, ribet bersama, masak bersama, sampe bingung bersama mengingat tragedi kompor gas yang kebelet mau meledak. Bawang gosong 3 chef amatir, Semurat ala mbah mocham, dan yang ga kalah penting nih, pagar kabupaten pak sekdes.
Dengan kalian, bersama kalian aku merajut kenangan-kengangan indah dan karena kalian aku berani bermimpi, melihat hanya ke satu arah saja. Ada persahabatan, kekeluargaan, kesetiakawanan, dan cinta (hehe).
Sekarang aku jadi berpikir, gimana keadaan makhluk2 itu tanpa aku (Manusia penuh cinta, penuh tawa, humoris nan ngangenin).?
Hehehehe...
by: Nenek Ajip :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar